Polri Tegaskan Masih Cari Keberadaan Harun Masiku

Paulrjudge – Mabes Polri menegaskan masih berupaya memastikan di mana kasus korupsi buron Harun Masiku dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejauh ini masih ada koordinasi. “Pasti dibantu semuanya, Polri akan membantu untuk kegiatan penegakan hukum di Indonesia. Pasti dibantu oleh Polri dan terus berjalan,” kata Karo Penmas, Divisi Kepolisian, Brigjen Rusdi Hartono, di Mabes Polri. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (CPC) Alexander Marwata mengatakan, pihaknya serius memburu Harun Masiku dan buronan lain yang masuk daftar buronan (DPO). Alex mengatakan, KPK telah membentuk dua satuan tugas (satgas) untuk menyeret pengungsi ke kasus korupsi.

“Kita sudah membentuk satgas khusus untuk mencari DPO. Kita sudah satukan dua satgas karena kita tidak hanya mencari Harun Masiku, tapi ada juga (pengungsi) lainnya,” kata Alex di gedung KPK., Kuningan, Jakarta Selatan. , Selasa (2/3) / 2021). Alex mengatakan, dua satgas bekerja sama dengan polisi di masing-masing wilayah. Selain itu, KPK juga membuka kontak pelaporan agar masyarakat lebih mudah menghubungi mereka jika menemukan keberadaan Harun Masiku dan OPD lainnya.

“Kalau ada yang tahu, kami sudah buka contact person di KPK. Ketahuilah, lapor saja. Kami tidak akan berhenti, para pihak tidak hadir, baik itu saksi maupun tersangka,” kata Alex. Alex yakin Harun Masiku yang merupakan mantan calon PDIP masih di rumah. Ini karena Harun Masiku masih menjadi daftar populer di luar negeri sejauh ini. “Kami yakin yang bersangkutan masih berada di dalam negeri jika sistemnya berfungsi dengan baik. Pintu keluar resmi sudah ditutup. Kecuali dia kemudian pergi melalui pintu tak bertanda seperti perahu, bukan? Imigrasi tidak akan lewat,” kata Alex di https://www.sukabuminewsupdate.com/

Dorongan untuk menerima pengungsi

Sementara itu, ICW kembali meminta CPK untuk segera mencari dan menangkap Harun Masiku. ICW yakin selama kurang lebih satu tahun CPK hanya berjanji untuk mendatangkan Harun Masiku dan pengungsi lainnya. ICW menilai ada kejanggalan dalam hal ini. Menurut ICW, CPK rupanya telah kehilangan arah dan kekuatannya untuk mencari Harun Masiku. Dalam kesempatan ini, ICW juga mempertanyakan kelanjutan pembentukan Satgas Pencarian Buronan yang ditunjuk oleh Komisioner Lili Pintauli pada akhir Januari lalu. Jika tidak terealisasi, berarti pernyataan tersebut hanya basa-basi saja terhadap korupsi. untuk menyamarkan pencarian seluruh pengungsi KPK, ”kata Kurnia. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar optimistis bisa menemukan buronan Harun Masiku. Selain itu, kata Lili, berdasarkan keterangan anggota keluarga, diyakini Harun masih hidup dan belum mati.

“Soal Harun Masiku, ketika saya baca tidak ada informasi dari keluarga yang menyebutkan apa yang disampaikan tentang tempat Harun meninggal, KPK tentu tetap optimis bisa menemukannya,” kata Lili. di Gedung KPK, Kuningan, Rabu (20/1/2021). Tim penyidik KPK sempat mengusut anggota keluarga Daniel Harapa, Daniel Tonapa Masiku. Daniel yang sedang diperiksa lokasi Harun berharap anggota keluarganya masih hidup. Atas dasar itu, Lili mengatakan partainya akan menggunakan kekuatan maksimal untuk menyeret mantan caleg PDIP tersebut. Lili mengakui, pimpinan KPK telah meminta Karyoto, wakil penegak hukum, membentuk satuan tugas khusus untuk menghalau pengungsi, termasuk Harun Masiku. “Dan pimpinan kita juga memulai deputi (Penindakan) dan juga diminta membentuk satgas yang difokuskan pada pencarian orang DPO,” kata Lili. Dengan komposisi satuan tugas khusus, Lili mengatakan kerja tim penyidik untuk mengusut tuntas suatu kasus tidak akan terganggu.

“Karenanya pengerjaannya tidak tertutup hal-hal lain, kecuali kita juga melakukan koordinasi dengan kepolisian, tetapi juga agar kita bisa cepat efektif dengan membentuk tim tugas yang khusus mencari orang-orang yang tergabung dalam DPO,” ujarnya. Kata Lili.

KPK yang mudah menguap

Sedangkan tujuh tersangka masih diburu oleh CPK:

  • Harun Masiku, Tersangka Kasus Suap, Pengangkatan Anggota DPR RI Periode 2019-2024 dengan Metode Pergantian Sementara (PAW).
  • Kirana Kotama, tersangka kasus suap terkait penunjukan Ashanti Sales Inc sebagai agen eksklusif PT PAL Indonesia (Persero) dalam akuisisi kapal SSV untuk Pemerintah Filipina dari tahun 2014 hingga 2017.
  • Shamsul Nursalim, tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Sertifikat Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL) kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).
  • Itjih Nursalim, (istri Shamsul Nursalim), tersangka dalam kasus dugaan korupsi itu mengeluarkan SKL BLBI ke BDNI.
  • Izil Azhar, tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait pembangunan proyek Dermaga Sabang tahun 2006-2011.
  • Surya Darmadi, tersangka kasus suap terkait pengajuan peninjauan kembali alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan pada tahun 2014.
  • Samin Tan, tersangka kasus suap terkait pemutusan perjanjian pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).