Mengenal Lebih Dalam Tentang Containership

Paulrjudge – Containership adalah salah satu bagian dari produksi kantor container yang merupakan sebuah kapal yang khusus dibuat sebagai alat atau tempat yang biasa digunakan dalam mengangkut kontainer yang berukuran standar. Setiap kapal pastinya akan memberitahaukan berapa kira – kira kapasitas maksimal kontainer yang bisa diangkut oleh containership tersebut. Containership sendiri mmemiliki cara pengoprasian yang berbeda dari kapal Bulker atau General Cargo. Containership juga berlayar secara teratur sesuai dengan rute yang sudah ditentukan atau biasa dikenal dengan pola liner. Containership sendiri terbagi menjadi dua jenis. Yang pertama yaitu containership kecil yang digunakan sebagai umpan dari atau ke pedalaman yang berada di sekitar terminal container utama. Sedangkan containership yang besar biasanya digunakan sebagai kargo dalam jarak yang jauh karena tak menggunakan roda gigi selain itu containership yang besar ini juga memilii kecepatan hingga 25 knot bahkan lebih.

Sejak penggunaan containership yang sudah lebih dari lima puluh tahun yang lalu, kini berubah menjadi lebih besar, lebih canggih dan lebih efisien. Containership pada generasi terakhir memiliki panjang hampir 400 meter dan lebar 55 meter. Mesin containership yang memiliki bobot 2.300 ton, serta baling – baling seberat 130 ton dan jarak antara Brigde dan ruang mesin sama dengan 21 lantai. Dengan dukungan sistem komputer, yang bisa mengelolanya tidak boleh lebih dari 15 orang. Mampu membawa 11.000 buah kontainer berukuran 20 kaki. Jika jumlah truk yang dimuati truk dan antri, akan terjadi antrian sepanjang 71 kilometer. Selama penggunaannya yang lebih dari 50 tahun yang lalu, containership kini telah memasuki generasi ke-6. Perkembangan dari generasi ke generasi juga telah mengikuti perkembangan perdagangan dunia yang menuntut efisiensi, keamanan dan perlindungan lingkungan. Kapal kargo generasi pertama terdiri dari kapal curah atau tanker yang dimodifikasi untuk mengangkut kargo hingga 1.000 TEU. Kapal kontai
ner pertama, ‘Ideal-X’, merupakan konversi dari T2, bekas tank militer AS pada Perang Dunia II. Saat itu, pada awal 1960-an, penggunaan peti kemas masih terbatas dan belum teruji.

Containership pada generasi pertama umumnya menggunakan crane (roda gigi) karena sebagian besar pelabuhan tidak dilengkapi derek untuk menangani peti kemas. Kecepatannya juga relatif lambat, sekitar 18 hingga 20 knot. Kontainer hanya ditempatkan di dek utama yang diubah.

Containership generasi kedua. Setelah penggunaan peti kemas meluas pada awal 1970-an, konstruksi dimulai pada kapal peti kemas yang didedikasikan sepenuhnya untuk pengangkutan peti kemas. Seluruh ruang pengiriman digunakan untuk menumpuk kontainer, juga di bawah dek. Derek mulai dilepas agar lebih banyak kontainer dapat diangkut. Kecepatan kapal kontainer generasi kedua sekitar 20-25 knot.

Containership generasi ketiga. Selama 1980-an, pertumbuhan perdagangan dunia mengarah pada pembangunan kapal kontainer yang lebih besar. Mengikuti prinsip skala ekonomi, semakin besar jumlah peti kemas yang dapat diangkut, semakin rendah biaya per TEU. Pada tahun 1985, kapal peti kemas dibangun dengan ukuran mencapai Terusan Panama (Panamax), yaitu kapal dengan kapasitas sekitar 4000 TEUs. Kapal kontainer generasi ketiga ini mampu bertahan hingga sepuluh tahun.

Containership generasi keempat adalah kelas Post Panamax I dan II. Kelas APL C10 (4500 TEUs) kelas kapal peti kemas diperkenalkan pada tahun 1988 dan menjadi kelas peti kemas pertama yang melintasi batas Terusan Panama seluas 32,2 meter. Seiring pertumbuhan perdagangan dunia, ukuran Terusan Panama tidak lagi digunakan sebagai patokan. Pada tahun 1996, kapal kontainer post-panamax dengan kapasitas hingga 6.600 TEU diperkenalkan.

Containership Neo-Panamax generasi kelima. Kapal tersebut dirancang agar sesuai dengan dimensi baru perluasan Terusan Panama yang diselesaikan pada Juni 2016. Kapal kargo generasi kelima ini memiliki kapasitas sekitar 12.500 TEU. Seperti Panamax, Neo-Panamax cenderung disematkan pada kelas kapal tertentu yang berlayar ke benua Amerika dan Karibia, baik dari Eropa maupun Asia.

Containership generasi keenam, Post Panamax III dan Triple E. Pada tahun 2006, Maersk Line memperkenalkan satu kelas kapal dengan kapasitas 11.000 hingga 14.500 TEU, yaitu Emma Maersk, (E-Class). Kapal ini dijuluki “Post New Panamax” karena ukurannya lebih besar dari dimensi Terusan Panama yang diperpanjang. Pada tahun 2013, kapal kelas “Triple E” yang berukuran sekitar 18.000 TEU diperkenalkan. Tempatkan kapal Panamax baru yang berlayar di rute Asia-Eropa yang tidak melewati Terusan Panama.