Olahraga Bersepeda Banyak Dijadikan Pilihan Saat New Normal

Olahraga Bersepeda Banyak Dijadikan Pilihan Saat New Normal

Paulrjudge – Virus Covid-19 atau Corona masih menjadi perbincangan hangat dimana-mana di jejaring sosial maupun di media elektronik, karena virus ini masih menjadi ancaman bagi masyarakat dunia, khususnya masyarakat Indonesia. Sejak awal masuknya virus ke Indonesia pada Maret 2020 hingga Juli, virus tersebut masih merenggut banyak nyawa, meskipun orang terpapar virus tersebut beberapa waktu lalu, dan maraknya orang yang sudah sembuh dapat ditandai dengan adopsi transisi. periode yang disebut New Normal.

Beberapa fasilitas umum seperti sekolah, pusat perbelanjaan, dan perkantoran sudah kembali beroperasi dengan menerapkan aturan kesehatan dari pemerintah berupa masker, jarak, sering cuci tangan, dan lainnya, meski ada beberapa sekolah. , pusat perbelanjaan dan perkantoran yang belum melakukannya. Dengan membuka fasilitas umum ini tanpa kita sadari, kita mendidik kembali orang-orang yang terinfeksi virus alih-alih mengurangi jumlah infeksi, beberapa dari kita mungkin lupa tentang protokol medis atau tidak tahu di mana kita terpapar. virus.

Seperti yang telah kita saksikan pada laporan-laporan, munculnya cluster baru virus corona ini dengan jumlah korban yang relatif besar, dan seperti yang kita saksikan di beberapa tempat yang cukup sering terjangkit orang, otomatis menambah jumlah korban virus ini. Menurut Wiku Adisasmita New Normal, kepala Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, masa transisi New Normal ini sebelumnya dianggap dapat mengubah perilaku agar dapat melanjutkan aktivitas normal, namun selain menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Covid-19. 19 menyesuaikan gaya hidup setiap orang.

Dengan semakin banyaknya orang yang terpapar virus, kita perlu tetap waspada dimanapun kita berada, baik jauh dari rumah maupun di rumah, dan menjaga kesehatan dimanapun berada, cara tetap berolahraga minimal setiap 2 hari baik di rumah maupun jauh dari pulang ke rumah dan tetap terhindar dari keramaian, salah satu cara olahraga yang sekarang Anda sukai adalah bersepeda, selain jogging. Setiap akhir pekan atau setiap malam, banyak orang naik sepeda untuk tetap sehat selama pandemi ini. Dari anak-anak hingga dewasa.

Bersepeda saat ini menjadi solusi untuk berolahraga selain untuk menyehatkan, dan juga cara menghindari keramaian, sampai-sampai banyak yang membeli sepeda olah raga dan ada juga yang sudah lama tidak menggunakan sepeda, pakai lagi, di kendarai. sepeda adalah mungkin untuk menyelesaikan seluruh rumah atau pada jarak yang sangat jauh dengan keluarga atau sendirian. Jangan biarkan sepeda lelah dan selalu perhatikan kemampuan kesehatan Anda. Setiap akhir pekan atau akhir pekan, orang yang naik ke sana pada pagi hari, memiliki sepeda dan pada sore hari.

Di sekitar Jalan Sultan Agung, Pasar Rumput, Jakarta Selatan banyak sekali orang yang ingin membeli sepeda untuk keluarganya, apalagi pada saat pandemi ini dikenal sebagai sentra penjualan sepeda yang sudah ada sejak tahun 1980 dan menjual berbagai jenis sepeda. Sepeda dari sepeda anak-anak Harga untuk dewasa mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 2.000.000. Tidak hanya di toko-toko juga terdapat pedagang improvisasi yang menjual sepeda di trotoar, setiap akhir pekan banyak orang dari berbagai daerah datang membeli sepeda untuk keperluan jalan yang menyebabkan kemacetan.

Mari kita pelihara budaya bersepeda agar dapat meningkatkan kesehatan terutama kesehatan selama pandemi ini, dan tetap patuhi protokol kesehatan serta bikin jersey sepeda. Ingatlah bahwa bersepeda bersama keluarga tetap diatur oleh peraturan lalu lintas di jalan raya dan tidak menimbulkan kemacetan, karena lalu lintas tidak terlihat dan menyebabkan kejadian yang tidak mendingin seperti kecelakaan.

Polri Tegaskan Masih Cari Keberadaan Harun Masiku

Polri Tegaskan Masih Cari Keberadaan Harun Masiku

Paulrjudge – Mabes Polri menegaskan masih berupaya memastikan di mana kasus korupsi buron Harun Masiku dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sejauh ini masih ada koordinasi. “Pasti dibantu semuanya, Polri akan membantu untuk kegiatan penegakan hukum di Indonesia. Pasti dibantu oleh Polri dan terus berjalan,” kata Karo Penmas, Divisi Kepolisian, Brigjen Rusdi Hartono, di Mabes Polri. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (CPC) Alexander Marwata mengatakan, pihaknya serius memburu Harun Masiku dan buronan lain yang masuk daftar buronan (DPO). Alex mengatakan, KPK telah membentuk dua satuan tugas (satgas) untuk menyeret pengungsi ke kasus korupsi.

“Kita sudah membentuk satgas khusus untuk mencari DPO. Kita sudah satukan dua satgas karena kita tidak hanya mencari Harun Masiku, tapi ada juga (pengungsi) lainnya,” kata Alex di gedung KPK., Kuningan, Jakarta Selatan. , Selasa (2/3) / 2021). Alex mengatakan, dua satgas bekerja sama dengan polisi di masing-masing wilayah. Selain itu, KPK juga membuka kontak pelaporan agar masyarakat lebih mudah menghubungi mereka jika menemukan keberadaan Harun Masiku dan OPD lainnya.

“Kalau ada yang tahu, kami sudah buka contact person di KPK. Ketahuilah, lapor saja. Kami tidak akan berhenti, para pihak tidak hadir, baik itu saksi maupun tersangka,” kata Alex. Alex yakin Harun Masiku yang merupakan mantan calon PDIP masih di rumah. Ini karena Harun Masiku masih menjadi daftar populer di luar negeri sejauh ini. “Kami yakin yang bersangkutan masih berada di dalam negeri jika sistemnya berfungsi dengan baik. Pintu keluar resmi sudah ditutup. Kecuali dia kemudian pergi melalui pintu tak bertanda seperti perahu, bukan? Imigrasi tidak akan lewat,” kata Alex di https://www.sukabuminewsupdate.com/

Dorongan untuk menerima pengungsi

Sementara itu, ICW kembali meminta CPK untuk segera mencari dan menangkap Harun Masiku. ICW yakin selama kurang lebih satu tahun CPK hanya berjanji untuk mendatangkan Harun Masiku dan pengungsi lainnya. ICW menilai ada kejanggalan dalam hal ini. Menurut ICW, CPK rupanya telah kehilangan arah dan kekuatannya untuk mencari Harun Masiku. Dalam kesempatan ini, ICW juga mempertanyakan kelanjutan pembentukan Satgas Pencarian Buronan yang ditunjuk oleh Komisioner Lili Pintauli pada akhir Januari lalu. Jika tidak terealisasi, berarti pernyataan tersebut hanya basa-basi saja terhadap korupsi. untuk menyamarkan pencarian seluruh pengungsi KPK, ”kata Kurnia. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar optimistis bisa menemukan buronan Harun Masiku. Selain itu, kata Lili, berdasarkan keterangan anggota keluarga, diyakini Harun masih hidup dan belum mati.

“Soal Harun Masiku, ketika saya baca tidak ada informasi dari keluarga yang menyebutkan apa yang disampaikan tentang tempat Harun meninggal, KPK tentu tetap optimis bisa menemukannya,” kata Lili. di Gedung KPK, Kuningan, Rabu (20/1/2021). Tim penyidik KPK sempat mengusut anggota keluarga Daniel Harapa, Daniel Tonapa Masiku. Daniel yang sedang diperiksa lokasi Harun berharap anggota keluarganya masih hidup. Atas dasar itu, Lili mengatakan partainya akan menggunakan kekuatan maksimal untuk menyeret mantan caleg PDIP tersebut. Lili mengakui, pimpinan KPK telah meminta Karyoto, wakil penegak hukum, membentuk satuan tugas khusus untuk menghalau pengungsi, termasuk Harun Masiku. “Dan pimpinan kita juga memulai deputi (Penindakan) dan juga diminta membentuk satgas yang difokuskan pada pencarian orang DPO,” kata Lili. Dengan komposisi satuan tugas khusus, Lili mengatakan kerja tim penyidik untuk mengusut tuntas suatu kasus tidak akan terganggu.

“Karenanya pengerjaannya tidak tertutup hal-hal lain, kecuali kita juga melakukan koordinasi dengan kepolisian, tetapi juga agar kita bisa cepat efektif dengan membentuk tim tugas yang khusus mencari orang-orang yang tergabung dalam DPO,” ujarnya. Kata Lili.

KPK yang mudah menguap

Sedangkan tujuh tersangka masih diburu oleh CPK:

  • Harun Masiku, Tersangka Kasus Suap, Pengangkatan Anggota DPR RI Periode 2019-2024 dengan Metode Pergantian Sementara (PAW).
  • Kirana Kotama, tersangka kasus suap terkait penunjukan Ashanti Sales Inc sebagai agen eksklusif PT PAL Indonesia (Persero) dalam akuisisi kapal SSV untuk Pemerintah Filipina dari tahun 2014 hingga 2017.
  • Shamsul Nursalim, tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Sertifikat Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL) kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).
  • Itjih Nursalim, (istri Shamsul Nursalim), tersangka dalam kasus dugaan korupsi itu mengeluarkan SKL BLBI ke BDNI.
  • Izil Azhar, tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait pembangunan proyek Dermaga Sabang tahun 2006-2011.
  • Surya Darmadi, tersangka kasus suap terkait pengajuan peninjauan kembali alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan pada tahun 2014.
  • Samin Tan, tersangka kasus suap terkait pemutusan perjanjian pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).